Beragam Cara Atasi Kebocoran pada Kolam Renang

Kebocoran pada kolam Renang bisa disebabkan oleh banyak faktor, yang paling mendasar adalah kesalahan pada saat proses pembangunan pondasi ataupun saat proses pelapisan. Misalnya, pada proses pembangunan pondasi dasar kolam, tanah/ pasir yang menjadi dasar tidak padat, sehingga mengakibatkan pergeseran tanah/ pasir tersebut. Hal tersebut yang menyebabkan keretakan dan bocor/ air merembes keluar akibat tekanan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kamu bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:

1. Ganti nat keramik yang rusak 

Metode ini bisa kamu lakukan jika Kebocoran kolam renang tidak terlalu parah. Cara ini terhitung efisien karena hanya mengganti nat yang sudah rusak. Tapi dengan satu catatan, memiliki resiko tidak bertahan lama karena hanya mengandalkan nat yang baru dengan keramik lama.

Caranya cukup mudah, kamu harus mengeringkan terlebih dahulu air dalam kolam, lalu mengupas nat yang lama dengan cara menggosoknya menggunakan sikat kawat atau bisa dengan mesin gerinda kecil untuk hasil yang lebih baik.

Pemilihan nat juga harus diperhatikan, nat yang mengandung waterproofing akan sangat baik digunakan agar memperpanjang jangka waktu Kebocoranselanjutnya.

 

2. Metode injeksi 

Metode ini lebih efisien diginalan untuk memerbaiki Kolam Renang , biasanya metode ini diterapkan pada Kolam Renang yang berada di lantai atas atau rooftop sebuah bangunan.

Bisa disebut “lebih efisien” karena tidak perlu menguras air kolam aplikasi metode ini sangat sederhana, yaitu dengan cara memasukkan atau menyuntikan pasta pada dinding kolam yang Bocor.

 

3.  Membongkar dan mengganti setengah cor, keramik, dan waterproof

 

Metode ini digunakan jika Kebocorankolam sudah parah atau bahkan tidak menemukan titik kebocornnya. Dalam metode ini butuh material yang hampir sama seperti membangun Kolam Renang  namun hasilnya pun akan sangat baik karena kondisi kolam akan tampak baru.

Dalam metode ini membutuhkan beberapa tahapan, yaitu:

 

Proses pembongkaran separuh cor

Proses ini salah satu yang menentukan seberapa kuat konstruksi dalam pembangunan kolam renang. Kekuatan cor sangat berpengaruh pada kekuatan pembesian, pembesian yang baik akan menjadi tulang pada cor yang baru.

 

Proses bekisting

Ini adalah proses pembuatan untuk membentuk suatu permukaan pada cor yang akan diterapkan, perhitungan ketebalan cor ditentukan dalam proses ini. Akan lebih baik jika ketebalan cor pada lantai yaitu 25 cm dan ketebalan cor dinding 20 cm, pastikan juga plumbing sudah diperiksa kebocorannya untuk menghindari pembongkaran ulang.

 

Proses pengecoran 

Terakhir adalah tahap pengecoran dimana perlu kecermatan dalam memilih material, selain itu aplikasi pengecoran juga harus baik agar kepadatan cor terjaga, jika kualitas cor bagus, akan lebih memperpanjang masa Kebocoranselanjutnya.

 

Dalam melepas bekisting perlu diperhatikan baik-baik, ketepatan waktu sangat menentukan kekuatan konstruksi cor. Jangka waktu pengeringan cor bermacam-macam, semua itu tergantung pada cuaca dan suhu lingkungan sekitarnya.

 

Setelah itu, dilakukan waterproofing pada permukaan kolam renang, pemilihan waterproofing sangat penting dalam masalah Kebocoranini. Gunakan NoDOP 107 yaitu pelapis kedap air yang terdiri dari dua komponen, yaitu liquid berbasis emulsi acrylic dan powder berbasis semen, aditif, dan filler.

 

Selanjutnya adalah proses finishing adalah tahap akhir setelah proses pelepasan bekisting, tahap ini menentukan hasil akhir sebuah kolam renang. Di dalam proses ini terdapat beberapa tahap, diantaranya waterproofing, plaster, pemasangan keramik, dan nat.

 

Demikian beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasi Kebocoranpada Kolam Renang . Semoga bisa bermanfaat!